Liverpool FC




THIS IS ANFIELD
   


<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed






Saturday, July 02, 2005
Sekilas perjalanan LFC

Liverpool Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang telah 4 kali menjuarai Liga Champions (dulu Piala Champions) dan 18 kali menjuarai Liga Inggris (hingga awal Mei 2005). Kandang mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.

Klub ini didirikan pada 15 Maret 1892 oleh John Houlding, pemilik Anfield. Houlding memutuskan untuk membentuk tim sendiri setelah Everton FC dikeluarkan dari Anfield dalam perselisihan mengenai biaya sewa. Awalnya klub baru itu bernama Everton FC namun diganti ke Liverpool FC setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris menolak penggunaan nama tersebut.

Liverpool sangat dominan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang terkenal pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap) dan Ian Rush (346 gol).

Klub ini juga terlibat dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa - dalam tragedi Heysel pada 1985 dan musibah Hillsborough pada 1989.

Liverpool berhasil mendapatkan treble (perolehan tiga gelar) dua gelar domestik (Piala Liga dan Piala FA) dan Piala UEFA pada musim 2000/01. Meskipun begitu, memenangi treble bukanlah hal yang baru bagi mereka. Pada 1984 mereka menjadi juara Piala Champions, Piala Liga dan Liga Inggris. Ini adalah treble dengan gelar besar yang pertama untuk sebuah klub Inggris

Pencapaian

  • Juara Divisi Satu 18*
    • 1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
  • Juara Divisi Dua 4
    • 1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
  • Juara Liga Lancashire 1
    • 1892-93
  • Liga Champions 4*
  • Juara Piala UEFA 3
    • 1972/73, 1975/76, 2000/01
  • Juara Piala FA 6
    • 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001
  • Juara Piala Remaja FA 1
    • 1995/96
  • Juara Piala Liga 7*
    • 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
  • Juara Charity Shield 14
    • 1963/64+, 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77+, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01,
  • Juara Piala Super Eropa 2
    • 1977, 2001
  • Juara Piala Super Inggris 1
    • 1985/86
  • Juara Divisi Satu untuk Cadangan 16
    • 1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000
* Terbanyak dibandingkan klub Inggris lainnya
+ Gelar dibagi bersama

Posted at 03:58 pm by rouf
Make a comment  

Saturday, June 18, 2005
100 Best Quotes from Liverpool (II)

21 "He's better than Brian Lara because he's 600 not out. What a guy." Roy Evans on Ian Rush's 600th appearance for Liverpool.

22 "Should the aggregate score be level after 90 minutes, extra time will be played." Fulham's matchday programme for the second leg of the Littlewoods Cup tie in 1986-87. Liverpool were 10-0 up from the first leg.

23 "There are those who say maybe I should forget about football. Maybe I should forget about breathing." Gerard Houllier.

24 "Nobody likes being criticised, particularly by players who will be in Disneyland this summer on their holidays rather than the World Cup in Japan." Phil Thompson responding to criticism from Frank de Boer of Barcelona who said Liverpool were boring.

25 "Son, you'll do well here as long as you remember two things. Don't over-eat and don't lose your accent." Bill Shankly to Ian St John.

26 "If you are first you are first. If you are second you are nothing." Bill Shankly.

27 "Don't worry Alan. At least you'll be able to play close to a great team!" Bill Shankly to Alan Ball after he signed for Everton.

28 "Shanks was the father figure but Roger Hunt was something special. It might sound daft but just picking up his sweaty kit gave me satisfaction.” Phil Thompson.

29 "As Arnold Schwarzenegger said, 'I'll be back." Gerard Houllier.

30 "There is no way the second half can be as entertaining as the first." Alan Hansen during the UEFA Cup Final v Alaves with Liverpool leading 3-1 at half time.

31 "We don't have any splits here. The players country is Liverpool Football Club and their language is football." Gerard Houllier.

32 "It's there to remind our lads who they're playing for, and to remind the opposition who they're playing against." Bill Shankly about the 'This is Anfield' plaque.

33 "Just go out and drop a few hand grenades all over the place son." Bill Shankly to Kevin Keegan.

34 "It broke my heart to leave Liverpool." Kenny Dalglish.

35 "Ay, here we are with problems at the top of the league." Bill Shankly suggesting to a journalist that Liverpool were in difficulties.

36 "Where are you from?" "I'm a Liverpool fan from London." "Well laddie, what's it like to be in heaven?" Bill Shankly to a Liverpool fan.

37 "Yes Roger Hunt misses a few, but he gets in the right place to miss them." Bill Shankly to a reporter.

38 "With him in defence, we could play Arthur Askey in goal." Bill Shankly after signing Ron Yeats.

39 "Steve Nicol never gives more than 120 per cent." Kevin Keegan.

40 "At Liverpool we never accept second best." Kenny Dalglish.

Posted at 03:14 pm by rouf
Make a comment  

Friday, June 10, 2005
UEFA: Liverpool Bisa Ikut Liga Champions 2006



Berlaga tidaknya Liverpool di Liga Champions musim depan akhirnya terjawab sudah.Lebaga tertinggi sepakbola Eropa UEFA akhirnya memberi ijin pada The Reds untuk mempertahankan gelarnya.

Liverpool merupakan juara Liga Champions musim ini setelah mengalahkan AC Milan lewat adu penalti di Istanbul Turki pertengahan Mei lalu. Namun mereka tidak memiliki kepastian untuk bisa mempertahankan gelar tersebut karena Steven Gerrard dkk hanya mampu finis di urutan lima klasemen Liga Inggris.

Posisi ini tidak cukup untuk membuat mereka mengamankan langkahnya ke adu tangguh tim-tim terbaik eropa, karena yang berhak berlaga di Liga Champions hanya penghuni peringkat satu sampai empat.

Lembaga sepakbola tertinggi Inggris (FA) sendiri juga menegaskan hal itu. Alhasil, Liverpool pun sempat mengalami tanda tanya besar mengenai kepastian mereka berlaga di Liga Champions musim depan setelah tiket reguler telah dimiliki Chelsea, Arsenal, Manchester United, dan Everton.

Namun keputusan UEFA (10/6/2005) hari ini melegakan dan pendukungnya. Pasalnya, harapan mereka untuk mempertahankan gelar Champions untuk musim depan terkabul.

Perubahan aturan itu menyebutkan bahwa pemegang mahkota juara memiliki hak untuk mempertahankan gelarnya dan secara langsung otomatis ke kualifikasi. Di waktu yang sama, jumlah tim yang diperbolehkan per negara akan tetap berdasarkan rangking koefisien.

Komite eksekutif UEFA juga memutuskan bahwa (untuk musim ini dan seterusnya) Liverpool akan masuk pada babak kualifikasi pertama yang akan dimainkan pada 12-13 Juli dan 19-20 Juli di mana pengundian akan dilangsungkan 24 Juni nanti.

Selain itu Liverpool juga tidak memperoleh country protection yang berimplikasi bahwa The Merseysiders bisa bertemu Everton atau Manchester United di babak selanjutnya (jika lolos).

Sumber:
www.detik.com


Posted at 10:53 pm by rouf
Make a comment  

Wednesday, June 08, 2005
Anti-Rasisme

Liverpool FC mengutuk rasisme dalam bentuk apapun - baik di di dalam atau di luar lapangan.
 

John Barnes, sampai dilempar pake pisang....

Rasisme pada pertandingan sepak bola boleh jadi menyebar luas seperti  itu ketika John Barnes yang pertama mengalami. Ketika itu dia menanjak sebagai pemain pada dekade 80-an dan sekarang dia masih tetap eksis - belum lama juga Emile Heskey, menjadi target para pelaku rasis yang melakukan tindakan tersebut ketika sedang dia bermain untuk klub maupun ketika membela negara.
 
Di tahun 2000, Emile Heskey mengalami suatu tindakan rasisme, yaitu dengan menirukan suara monyet dan diludahi oleh para suporter Yugoslavia ketika bermain untuk tim Inggris usia 21 tahun ketika bermain di Barcelona. Dan dia mengalami lagi perlakuan rasis dari para pendukung klub Boavista dari Portugal dalam putaran pertama kompetisi Liga Champions.
 
Jika kamu adalah target dari suatu tindakan rasisme atau mendengar ataupun melihat seseorang mengeluarkan kata-kata atau gerakan tubuh yang rasis dalam sebuah pertandingan sepakbola, kamu harus segera melaporkan hal itu kepada staf lapangan atau petugas polisi yang terdekat.
 
Pelaku rasis dalam suatu pertandingan sepakbola adalah tindakan melawan hukum, sehingga polisi dan staf lapangan dapat menindak pelakunya. Setiap orang yang terbukti bersalah melakukan tindakan rasis dalam sebuah pertandingan dapat dikeluarkan dari tempat pertandingan atau stadion, kemudian dapat pula ditahan atau akan ditolak untuk mendapatkan tiket terusan menonton pertandingan sepakbola seumur hidup.
 
Rasisme dipercaya muncul disebabkan karena perbedaan warna kulit, perbedaan asal negara. Jumlah mereka sebenarnya kecil. Perilaku rasis dan perilaku yang menyertainya meliputi juga penghinaan terhadap seseorang karena warna kulitnya, ras, atau kebangsaan dan agamanya.
 
John Barnes, yang menjadi target para penonton yang rasis ketika pertama kali bergabung dengan Liverpool, menegaskan bahwa tindakan rasis adalah masalah dalam kehidupan sosial tidak hanya dalam sepakbola dan dia meminta kepada para suporter – termasuk juga yang berkulit putih – untuk bersama-sama bertindak ketika mereka mendengar perilaku rasis dari para suporter apakah ketika mereka menyaksikan Liverpool bertanding di kandang maupun tandang.
 
"Jika kamu melihat pada Undang-undang tentang hak asasi manusia ketika dikumandangkan di Amerika pada tahun 60-an, pengaruh terbesar yang muncul adalah kenyataan bahwa di Amerika kaum kulit putih mengumandangkan juga perang melawan rasisme bersama Martin Luther King,” seperti yang ditegaskan oleh legenda sepakbola Liverpool itu. "Jadi, jika kamu mendengar perilaku rasis, kamu harus katakan soal tersebut. Jika reaksi yang muncul dari kaum kulit putih, saya pikir hal ini akan mendapatkan tentangan yang lebih keras karena apa yang mereka lakukan sesungguhnya adalah tindakan yang salah.”
 
Rasisme tidak akan mendapatkan tempat di Liverpool FC. Kita lebih besar daripada hal itu.
 
Lebih jauh mengenai kampanye anti rasisme, dapat juga mengunjungi website berikut ini:
http://www.kickitout.org atau http://www.srtrc.org

Sumber: www.liverpoolfc.tv


Posted at 07:47 pm by rouf
Comment (1)  

Friday, June 03, 2005
100 Best Quotes from Liverpool (I)

  1.  "Some people believe football is a matter of life and death, I am very  disappointed with that attitude. I can assure you it is much, much more important than that." Bill Shankly.

2. "If Everton were playing at the bottom of the garden, I'd pull the curtains."-Bill Shankly.

3. "The trouble with referees is that they know the rules, but they don't know the game."-Bill Shankly.

4. "A lot of football success is in the mind. You must believe that you are the best and then make sure  that you are. In my time at Liverpool we always said we had the best two teams in Merseyside, Liverpool and Liverpool reserves."-Bill Shankly.

5. "If you're in the penalty area and don't know what to do with the ball, put it in the net and we'll discuss the options later."-Bob Paisley.

6. "Liverpool was made for me and I was made for Liverpool."-Bill Shankly.

  7.  "Liverpool without European football is like a banquet without wine."-Roy Evans.

8. "Mind you, I've been here during the bad times too - one year we came second."-Bob Paisley.

9. "I hate talking about football. I just do it, you know?"-Robbie Fowler.

10. "Sometimes I feel I'm hardly wanted in this Liverpool team. If I get two or three saves to make, I've had a busy day."-Ray Clemence.

11. "Anyone who doesn't learn from Ian Rush needs shooting."-Robbie Fowler.

12. "Liverpool are magic, Everton are tragic."-Emlyn Hughes.

13. "I'd kick my own brother if necessary... it's what being a professional footballer is all about."-Steve McMahon.

  14. "It was like playing in a foreign country."-Ian Rush on his time with Juventus  in Italy.

15. "I said to Kevin (Keegan), 'I'll go near post' and he replied, 'No, just go for the ball.'"-Tommy Smith.

16. "Anybody who plays for me should be a bad loser."-Graeme Souness.

17. "It's best being a striker. If you miss five then score the winner, you're a hero. The goalkeeper can play a blinder, then let one in… and he's a villain."-Ian Rush.

18. "Of course I didn't take my wife to see Rochdale as an anniversary present, it was her birthday. Would I have got married in the football season? Anyway, it was Rochdale reserves."-Bill Shankly.

  19. "They compare Steve McManaman to Steve Heighway and he's nothing like him, but I can see why - it's because he's a bit different."-Kevin Keegan.

20. "Bruce Grobbelaar will play on until he is 40 - and at the top level."-Bruce Grobbelaar.

Sumber: www.liverpoolfc.tv


Posted at 11:12 am by rouf
Make a comment  

Monday, May 30, 2005
Liverpudlians, Memang Terbaik

Liverpudlians alias para pendukung Liverpool patut bangga. Pelatih Rafael Benitez menyebut mereka sebagai supporter sepakbola terbaik di dunia. Arsitek Chelsea, Jose Mourinho, juga berkata demikian setelah The Blues kalah dari si Merah dalam babak semifinal Liga Champion.

“Sejak pertama kali bermain, saya langsung memahami bahwa pendukung Liverpool sangat istimewa. Liverpool adalah kota sepakbola, “ kata gelandang The Reds asal Spanyol, Xabi Alonso, dalam konferensi pers di Ataturk Olimpiyat Stadium.

Liverpudlians memang istimewa. Mereka tak pernah letih memberikan dukungan kepada tim hingga akhirnya bisa menjadi juara setelah menghentikan AC Milan lewat adu penalti. Perjalanan beberapa supporter dari Liverpool ke Istanbul melalui jalan darat, misalnya, menjadi bukti kesetiaan.

“Saya bingung dengan mereka. Dari malam sampai pagi terus bernyanyi sambil minum bir. Bukankah tenaga mereka lebih baik disimpan untuk mendukung tim saat final, “ kata Darla, karyawati Fez Travel, yang terletak di Sultanahmet, salah satu tempat nongkrong pendukung Liverpool selama berada di Istanbul, kepada BOLA.

“Bir membuat kami tetap memiliki energi, “ sebut Nathan Lloyd, pendukung Si Merah. Begitulah jika fanatisme terhadap tim berpadu dengan kultur sebuah bangsa.

Sejak sehari sebelum pertandingan, pendukung Liverpool juga lebih menguasai kota Istanbul. Mereka berkumpul di mana-mana. Daerah Sultan Ahmed lebih pas disebut kampung Liverpool. Sementara itu, Taksim Square bisa disebut “Liverpool Square”. Warna Liverpool, merah dan kuning, bercampur dengan aroma bir yang sangat khas.

Sumber: Bola


Posted at 11:05 am by rouf
Make a comment  

Saturday, May 28, 2005
Parade kemenangan

Reporter Liverpoolfc.tv Steve Hunter, ada di posisi yang yang patut ditiru ketika ikut berada diatas bus tim The Reds ketika mereka mengarak piala Kejuaraan Champions Eropa di sekitar jalan kota semalam. Ini pengalaman langsungnya melihat bagaimana pemain yang menikmati suasana.
 
"John Lennon dan Paul Mc’Cartney menulis tentang revolusi. Yah, Rafa mempunyai dengan baik dan sungguh-sungguh menciptakan suatu Rafalution di Liverpool dan pemandangan ketika tim mengarak Kejuaraan Champions Eropa di sekitar kota sungguh-sungguh mengagumkan.


 

Aku sudah mendukung klub besar ini selama 31 tahun dan belum pernah menyaksikan pemandangan seperti itu di jalan-jalan kota Liverpool semalam. Aku cukup beruntung melaporkan untuk Liverpoolfc.tv di atas bus tim bersama dengan produser AV dan kameramen Dave Cartwright dan aku dapat bercerita bahwa semua menikmatinya secara total.
 
Ketika Liverpool memenangkan tiga kejuaraan di  tahun 2001 pemandangan juga mengagumkan ketika berkeliling kota, tapi ini tanpa bayang-bayang terus-menerus, berjalan dengan tak ada hentinya. Tercatat ada sekitar ratusan ribu suporter di jalan-jalan. Dan dengan ditetapkannya Liverpool kota budaya di tahun 2008, memberikan sebuah kebanggaan bagi kota mereka tersebut.
 
Terlihat jelas bahwa pawai ini akan menjadi sesuatu yang spesial ketika lima jam sebelum dimulai, ketika kerumunan orang memenuhi bagian luar Anfield dan sekeliling kota, merupakan sesuau yang  luar biasa. Sehingga kamu akan menyadari bahwa suasana seperti ini ketika para bintang berkeliling, maka akan menjadi suatu peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan.

Kita akan mulai dari ujung M62 di Queens Drive dan kini waktunya untuk mulai perayaan!

Rafael Benitez berdiri dengan bangga dengan sang istri Montse disisinya dan dua putri mereka Claudia dan Agatha, dan dia berkata kepada aku bahwa ini adalah pemandangan terbaik yang pernah dia saksikan. Ia ingin membiarkan para penggemar mengetahui melalui website klub bahwa mereka adalah yang terbaik di dunia. Rafa telah diliputi dan menjadi saksi yang emosional melihat dukungan dari suporter Liverpool. Ketika ia lihat gambarnya dibingkai dengan bingkai raksasa warna coklat “Depicting the Rafatollah”, ia dan Montse isterinya bergerak ke arahku dan ia berkata kepada aku, “Ini sungguh luar biasa!”

Kapten Steven Gerrard dan Jamie Carragher, dua orang lokal yang berhasil, mengambil posisi berdiri di bagian depan bus selama tiga jam perjalalan keliling bersama-sama dengan pemain yang menjadi kartu as asal Spanyol Luis Garcia yang secara total menikmati perjalanan itu.
 
Aku  sedang memegangi Antonio Nunez untuk membantu dia menyeimbangkan diri ketika di dekat tangga tangga dari bus, sehingga ia bisa berdiri dan melambaikan bendera Liverpool dan mendapatkan tepuk tangan dari penggemar. Nunez berkata bahwa dia tidak mempercayai hal ini dan parade ini lebih baik daripada ketika di Madrid, dan ditambahkan lagi bahwa ini adalah momen terbaik dari hidupnya.
 
Kita berbicara kepada dua di antara para pahlawan Jerzy Dudek dan Vladimir Smicer yang sangat gembira dan emosional. Para penggemar bernyanyi sampai parau dengan dua kata yang simpel dan sangat mengena  “thank you Vladi, thank you Jerzy'.

Ini seperti suatu perayaan keagamaan di mana ada penggemar yang harus rela untuk memanjat tiang telepon atau pun lampu pengatur lalu lintas. Ada seseorang yang menirukan Elvis dalam sebuah keluarga warga Liverpool berada di pucuk cerobong sambil menyanyikan nyanyian Rafa La Bamba.
 
Kita berbincang dengan yang terhormat Ketua klub David Moores yang berbicara bagaimana kehebatan Rafa adalah apa yang telah pendukung berikan selama satu tahun ini. Mr Moores meneteskan air mata dan ia menceritakan kepada aku bagaimana emosi yang ia rasakan di dalam dirinya sebagai sesuatu yang luar biasa.
 
 


Ketika bus mencapai Anfield, hal yang terjadi, sulit untuk kami percayai dengan apa yang sedang kami saksikan. Yang terlihat hanyalah lautan merah warna kebesaran seragam Liverpool. Secara bersamaan Gerrard, Carragher, John Arne Riise, Xabi Alonso dan Luis Garcia berada di bagian depan berdekatan dengan ketua klub Moores, yang masih sangat takjub.
 
Kemudian juga ketika bus yang diupayakan dapat mulus melewati Anfield Road dan ke Scotland road dalam perjalanan ke  kota itu merupakan hal yang cukup  mengagumkan. Aku belum pernah melihat pusat kota Liverpool seperti ini dan ketika bus mencapai St Georges Hall, merupakan klimaksnya. Teriakan riuh rendah yang terjadi bisa dikatakan merupakan sebuah pemecahan rekor.
 
Djibril Cisse yang berdiri di belakang bus melambai-lambai kepada para penggemar dan dengan Djimi Traore bersama-sama  terlihat menikmati sekali. Cisse berkata kepada staf website Liverpool bahwa ini adalah suatu mimpi yang menjadi kenyataan setelah dia kembali dari cedera yang mengerikan dan menjadi pemenang Kejuaraan Champions Eropa bersama Liverpool.
 
Ini telah menjadi minggu yang terbaik dari hidupku dan jayalah buat semua pendukung Liverpool. Seperti yang Steven Gerrard dan Jamie Carragher katakan kepada kami selama pawai, “Tidak ada yang lebih baik daipada saat ini!"

 
Sumber: www.liverpoolfc.tv

Posted at 03:56 pm by rouf
Comment (1)  

Friday, May 27, 2005
Kebangkitan Budaya Liverpool

Berbeda dengan AC Milan, yang dua tahun lalu sukses menjuarai Liga Champion, kiprah Liverpool pada pentas final di Istanbul ini bermakna kebangkitan. The Reds telah absen 20 tahun dari partai puncak sepakbola Eropa. Bukan kebetulan jika keberhasilan mereka tahun ini sejalan rehabilitasi kota Liverpool sendiri.

 

Saat Liverpool FC merajai Eropa dan Inggris pada era 70-an dan 80-an, kota asal mereka justru tercatat sebagai salah satu yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Inggris. Jika kala itu orang menyebut kata “Liverpool”, yang terbayang adalah kota yang penuh maling dan tempat asal humor-humor satire.

 

Kenyataan ini berlawanan dengan sejarah bahwa sebagai kota pelabuhan Liverpool adalah jalur masuk utama pedagang asal benua Amerika ke Britania pada abad ke-18. Perkembangan ekonomi yang positif di kota tempat kelahiran kelompok musik legendaris The Beatles itu berlanjut hingga 1930-an saat warga wilayah Mersey ini dikenal ramah dan bersahabat.

 

Masa-masa Perang Dunia II kemudian berlanjut dengan surutnya arus perdagangan dunia melalui laut. Kota Liverpool pun terkena imbasnya.


Liverpudlian, sensitif karena kehidupan keras.

 

Kerasnya kehidupan di sana membuat sepakbola menjadi satu-satunya hiburan dan kebanggaan. Wajar jika akhirnya para pendukung Liverpool alias Liverpudlian lahir sebagai mahluk sensitif jika sudah bicara soal sepakbola.

 

Kota di sebelah barat laut Inggris itu pun semakin berduka setelah Liverpool mengalami tragedi berdarah di Heysel (1985) dan Hillsborough (1989). “Dua kejadian memilukan itu terjadi di tengah sebuah masa sulit, saat setiap pekan muncul isu tentang adanya pabrik yang bangkrut, “sebut pengamat ekonomi senior asal Liverpool, Jim Gill, pada Reuters.

 

Dibantu Uni Eropa

Kebangkitan budaya dan kesejahteraan Liverpool muncul di awal 90-an setelah kota tersebut mendapat bantuan Uni Eropa (EU) sebesar dua milliar pound (kini setara Rp 344,6 triliun) dan menghasilkan sekitar 30 ribu lahan kerja baru.

 

Pemerintah Inggris menilai pada tahun 2008 Liverpool akan menjadi kota utama Eropa dalam hal kebudayaan, terutama setelah tahun lalu wilayah perairan Mersey yang terawat apik berhasil dinobatkan menjadi kawasan indah yang pantas untuk dilindungi layaknya Taj Mahal di India.


Sumber: Bola, No. 1519/Selasa, 24 Mei 2005.


Posted at 05:49 pm by rouf
Make a comment  

Thursday, May 26, 2005
LIVERPOOL FOOTBALL CLUB ARE BACK!

Amazing, astounding, awe-inspiring, breathtaking, extraordinary, hair-raising, heart-stirring, magnificent, marvellous, miraculous, moving, overwhelming spectacular, spine-tingling, striking, stunning, stupefying, stupendous, wonderful.



 

Gunakan kata-katamu sendiri untuk menggambarkan bagaimana 500 juta orang di seluruh dunia menjadi saksi mata apa yang terjadi di Istanbul semalam!

 

Apa yang sebenarnya terjadi – sebagai contoh kecil saja. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan suatu comeback terbesar yang pernah terjadi dalam sepak bola dunia.

 

Perjalanan mengagumkan Liverpool di Kejuaraan Eropa berakhir dengan kejayaan di Istanbul pada Rabu malam dengan 40.000 scousers yang memerahkan kota ketika kemenangan terbesar diperoleh sebagai bagian dari sejarah klub yang terkenal.  

 

Mingkin tidak ada yang mngalahkan kegmbiraan pada tahun 1977 ketika tim Bob Paisley pertama kali mengangkat piala tertinggi dalam kejuaraan antar klub, tapi kemenangan ini adalah akhir dari penantian selama 21 tahun untuk membawa piala kembali ke bandar udara Speke, ini bukan keajaiban yang begitu saja terjadi.

 

Ketinggalan 3-0 pada babak pertama, beberapa fans menginginkan pertandingan diakhiri saja untuk menghindari penghinaan lebih lanjut.

 

Beberapa fans tidak mengharapkan pembicaraan lebih lanjut tentang tim nya Rafael Benitez pada babak pertama dulu. Apapun yang dikatakan oleh dia di kamar ganti telah memutar keseluruhan sejarah klub besar ini. Benitez dan angkatan 2005 telah menorehkan nama mereka pada buku sejarah.

 

Tidak masalah apapun juga yang terjadi pada Jerzy Dudek, Steve Finnan, Sami Hyypia, Jamie Carragher, Djimi Traore, Luis Garcia, Steven Gerrard, Xabi Alonso, John Arne Riise, Harry Kewell, Milan Baros, Djibril Cisse, Vladimir Smicer dan Dietmar Hamann pada karier mereka di kemudian hari, tidak ada seorang pun yang mampu menyingkirkan fakta bahwa mereka telah memenangkan kejuaraan antarklub eropa untuk selamanya yang telah terjadi di Turki. 28 tahun setelah Emlyn Hughes pertama kali mengangkat piala bagi Liverpool, the Reds tidak akan pernah mengembalikan piala tersebut. Setelah memenangkan sebanyak 5 kali, UEFA menghadiakan piala kepada Liverpool untuk disimpan. Dan piala yang baru akan segera dibuat.

 

Di tribun penonton, terjadi hujan airmata kegembiraan dari beberapa supporter yang telah menunjukkan dukungan terbesar di luar negeranya semenjak Liverpool membawa 40.000 suporternya ke Dortmund saat final Piala UEFA tahun 2001. Jika ada supporter yang memberikan dukungan seperti ini, kami belum pernah melihatnya. Dengan kekalahan yang sudah siap di depan muka, supporter Liverpool bangkit kembali untuk kemudian mengangkat pahlawan-pahlawan mereka untuk akhir kompetisi musim ini dan telah mereka lakukan.

 

Benitez sendiri sangat tenang. Hal itu dilakukan karena hal itu memang disadarinya akan terjadi. Sejak skor 3-0, dia tidak panic. Dia tidak memasukkan Cisse langsung seperti yang kami inginkan. Dia tunggu dan pada bagian akhir dia mendapatkan hasilnya.

 

Orang Spanyol itu telah berhasil mewujudkan impian supporter Liverpool di seluruh dunia musim ini dan dia mungkin menjadi bos Anfield yang pertama sejak Shankly yang tidak harus memulai dari tingkat pemain atau staf, dia dengan cepat belajar tentang hal apa yang bisa membuat semua orang di klub gembira. Titel juara liga mungkin tujuan kami tapi tidak diperkirakan oleh para supporter di seluruh dunia memuja kejuaraan eropa dan malam yang mengesankan yang datang seperti halnya yang dialami oleh Liverpool.

 

Perayaan sudah dimulai di Istanbul. Pada hari Kamis, ketika tim mengarak Piala melintasi jalan-jalan, perayaan akan lebih besar lagi.

 



Liverpool FC - Kings of Europe. How good does that sound?


Sumber: http://www.liverpoolfc.tv


Posted at 02:57 pm by rouf
Make a comment  

Previous Page